Jalan dari cikoneng menuju dayeh luhur licin

Kenapa jalan cikoneng menuju dayeh luhur licin ini dikarnakan sedang adanya pembuatan dan perbaikan saluran air TPT yang sedang dikerjakan oleh salah satu pemborong yang telah berjalan kurang lebih 3 minggu lamanya pada awalnya jalan tersebut tidak licin namun karena tanah dari galian yang di bikin berserakan kejalan oleh salah satu alat berat beko sehingga pada saat turun hujan maka jalan menjadi licin da telah memakan banyak korban dari pengendara roda 2 yang terjaduh 

saluran air TPT memakan panjangnya kurang lebih 450 meter panjangf nya dan total angaran dari proyek tersebut memakan nilai yang tidak sedikit 

saat tim tribun jabar bertanya langsung kepada salah seorang pemborong mereka juga mengeluhkan dengan diburunya waktu pekerjaan yang harus segera selesai dalam waktu yang telah ditentukan

(bk234)cv

Yang dipercaya mendapatkan tender adalah cv GAGAK LANGIT dengan total biaya Rp 179280000 rupiah dan harus selesai selama 60 hari masa kalendernamun setelah dihitung dari beberapa ahli dan kami menelpon kepala PUPR kab SUMEDANG DENI .SYAFARAT SUGANDIH .ST MM  beliau menjelaskan memang sedang ada proyek  Drinase = pembuangan aliran air /alias selokan atau gorowong 

Namun perlu dilihat dan diperhatikan adalah berapa meter jarak dari gprowong yang akan di bangun tersebut dari titik awal sampai pembuangan 

Bahkan bentuk jenis drinase yang akan dibangun beda -beda ada yang gorowong tabung bulat ,ada yang drainae tabung U.ada yang seperti saluran parit atau selokan yang paling murah adalah masyarakat tingal tahu gali dan dikasih dinding batu -batu sungai ,sedangkan bentuk mempengaruhi biaya dan jenis bahan uang di gunakan 

Sedangkan jumlah pekerja adalah berapa dan dikali 60 hari masa pekerjaan masyakat juga bisa bertanya materi belanja semen semen apa yang dipakai oleh proyek tersebut sedangkan standar keuntungan umumnya dari pelaksanaan proyek itu 10 s/d 15% namun terkang sipemegang proyek sering mengunakan bahan -bahan yang lebih murah sehinga lebih banyak keuntungan bisa sampai dengan 30 bahkan 40% dari nilai proyek namun akan mempengaruhi dari kualitas drainase tersebut layak/bagus dan tidaknya 

Jadi umumnya proyek itu minimal untung 15% tapi menurut penelitian dilapangan oleh tim langsung bisa diyakinkan pengembang ngepres biaya produksi atau bangunan ,jadi si pemborong bisa untung 40/% dan bisa juga pemborong mendapatkan untung sampai 50% keatas.dan sudah dipastikan bangunan yang dikerjakan tidak akan bertahan lama

Taro sebagai simulasi nilai proyek Rp 179 280000 juta kali 30% (keuntungan )=Rp 53 784 000 rupiah dan itu sudah pasti terjadi karena setiap pemborong tidak pernah ada yang mau rugi jadi setiap pemborong sudah menghitung berapa uang keluar dan berapa hasil dari proyek tersebut