Minggu, 03 Oktober 2021

TRIBUN JABAR SUMEDANG.- Proyek Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang masih menyisakan sejumlah permasalahan bagi masyarakat sekitar.  Gubernur Jawa Barat RIDWAN KAMIL meyakinkan masyarakat, dia akan menyelesaikan berbagai permasalahan yang dikeluhkan di Jatigede dalam jangka waktu tiga tahun. 

“Permasalahan OTD (orang terkena dampak) Jatigede harus diselesaikan secepatnya melalui komunikasi intens dengan pihak terkait dan aksi yang cepat tanggap,” ujar GUBERNUR JAWA BARAT RIDWAN KAMIL saat DITELEPON LANGSUNG OLEH TRIBUN JABAR  masyarakat Jatigede, di Lapangan Karedok, Kampung Parakan Kondang, Desa Kadujaya, Kecamatan Jatigede, Sumedang, 

Dalam kesempatan tersebut, TIM TRIBUN JABAR  berdialog dengan warga setempat, termasuk menerima berbagai keluhan yang diutarakan. 

Selama ini, tidak sedikit warga yang masih mengeluhkan penggantian pembebasan lahan hingga relokasi tempat tinggal. Lebih lanjut, permasalahan tersebut di antaranya terkait pembebasan lahan, relokasi, infrastruktur, hingga akses perekonomian.

LAPORAN DARI MASYARAKAT SANGAT DITERIMA BAHKAN PRESIDENPIN HARUS TAHU TENTANG ADANYA PERMASALAHAN YANG TERJADI DISEKITAR BENDUNGAN JATI GEDE tersebut, bukan pertama kalinya dilakukan oleh PARA WAK MEDIA NAMUN PARA AWAK MEDIA LAIM SEOLAH TIDAK MAU MELANJUTKAN KASUS TERSEBUT DAN ADA APA DIBALIK SEMUA INI. Sebelumnya, JANJI GUBERNUR JAWA BARAT AKAN  turut memperjuangkan nasib warga terkena dampak Jatigede .

Sebagai SEORANG  pemimpin Jawa Barat, dia menegaskan, akan ada solusi terbaik bagi masyarakat dan pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Harapannya, masyarakat yang sudah merelakan lahannya mendapatkan hak yang sebanding. 

“Pemerintah harus memperjuangkan nasib dan dampaknya pada mereka,” katanya. 

Sementara itu, salah satu warga Jatigede, Bandingah, mengaku diharus merelakan tempat tinggalnya dijadikan sebagai lahan waduk Jatigede. 

Dia mengatakan, meski sudah mendapat penggantian dari pemerintah, uang yang didapat tidak sebanding untuk membangun rumah baru yang

BAHKAN MENURUT  salah seorang warga bernama c kalau setiap tahun mereka membayar pajak kepada desa kadu jaya yang dimintai oleh kepala dusun namun saat tim tribun bertanya langsung kepada camat jati gede kalau pajak dari kedua desa cijengjing dan kadu jaya sudah menungak selama hampir 13 tahun 

bahkan saat tim tribun bertanya langsung kepada BPN kabupaten sumedang kalau kedua desa tersebut sudah tidak ada lagi penghunimya padahal disana masyarakatnya masih banyak dan dampak dari mobil besar pembawa lalat berat sangat mempengaruhi kepada rumah rumah disekitar tersebut dan yang lebih aneh pagar tembok raksasa sudah di bikin tampa ada persetujuan dulu dengan pemilik tanah tersebut dan yang lebih aneh lagi kalau warga yang notabene masih punya tanah garapan disana prosedur masuknya suka dihalang -halangi oleh securiti disana(bk234)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *